Logo Desa Delegtukang
Delegtukang

Legenda dan Sejarah Desa

April 12, 2026
Desa Delegtukang
Legenda dan Sejarah Desa

 1.   LEGENDA DESA

Desa Delegtukang, yang juga dikenal dengan sebutan “Pengkol,” memiliki sejarah yang sarat makna dan penuh nilai filosofi. Nama “Pengkol” diyakini berasal dari kondisi geografis desa yang memiliki jalan utama berkelok atau “mengkol” — melambangkan jalan hidup yang tidak selalu lurus, namun tetap dilalui dengan semangat dan keteguhan.

Sementara itu, nama “Delegtukang” memiliki dua versi asal-usul yang terus hidup dalam ingatan masyarakat. Versi pertama menceritakan tentang kemunculan seekor ikan deleg (ikan gabus) secara misterius di perairan desa. Beberapa warga menyaksikan kemunculan ikan tersebut di waktu-waktu tertentu, dan percaya bahwa ikan deleg itu adalah isyarat gaib atau tanda dari alam. Kemunculan ini dianggap membawa pesan, seolah menjadi penegas identitas desa. Dalam versi ini, kata “deleg” mengacu pada ikan tersebut, sementara “tukang” menggambarkan keahlian masyarakat desa yang dikenal piawai dalam bidang pertukangan. Kombinasi keduanya menjadi “Delegtukang” — sebuah nama yang mencerminkan ciri alam dan keterampilan warganya. 

Versi kedua berasal dari legenda yang diwariskan turun-temurun, tentang seorang tukang pendiam yang mengikuti sayembara kerajaan untuk memperbaiki soko guru (tiang utama) pendopo seorang ratu.

Menurut cerita rakyat, pada zaman dahulu kala, Ratu Helmina, seorang ratu yang dikenal bijaksana dan adil, memiliki sebuah pendopo yang menjadi simbol kekuatan dan kebesaran kerajaannya. Namun, pendopo itu mengalami kerusakan pada soko guru, tiang penyangga utama yang menjadi bagian terpenting dari bangunan tersebut. Ratu Helmina mengadakan sayembara, mengundang para tukang terbaik dari berbagai penjuru kerajaan untuk memperbaiki kerusakan tersebut. 

Sayembara ini tidak hanya menjadi ajang untuk menguji keterampilan para tukang, tetapi juga untuk menguji kesabaran dan ketekunan mereka. Setiap tukang yang mengikuti sayembara tersebut diberikan waktu tertentu untuk menyelesaikan tugas mereka, namun tidak ada yang berhasil. Pendopo itu tetap tidak dapat diperbaiki dengan sempurna, meskipun sudah banyak tukang yang berusaha.

Hingga datanglah dua tukang dari suatu daerah. Salah satu tukang berbeda dari para tukang lainnya, ia tak banyak bicara, tidak menyombongkan diri, dan bekerja dalam diam. Warga menyebut sikapnya dengan istilah Jawa “deleleg”: diam, tenang, penuh perhitungan. Tukang ini tidak menjelaskan panjang lebar tentang keahliannya, namun hasil pekerjaannya luar biasa. Ia berhasil memperbaiki soko guru dengan cara yang rapi, kokoh, dan indah. Karena keahliannya itu, pendopo kembali berdiri tegak dan ratu sangat terkesan.

Dari sinilah kemudian tempat asal sang tukang mulai dikenal dengan nama “Delegtukang” merujuk pada tukang yang “deleleg” (pendiam) namun sangat terampil. Nama itu menjadi simbol kebijaksanaan dan ketekunan: bahwa diam bukan berarti tidak mampu, justru sering kali menyimpan kekuatan dan keahlian yang besar.

Nama Desa Delegtukang, yang merupakan percampuran antara ketahanan alam dan kearifan lokal, menjadi simbol kekuatan kolektif dan keahlian yang dimiliki oleh masyarakat desa. Hal ini menggambarkan nilai-nilai yang sangat penting dalam kehidupan masyarakat, seperti semangat untuk bertahan hidup, beradaptasi dengan alam, serta mengembangkan keahlian dalam berbagai bidang.

 2.     SEJARAH DESA

Desa Delegtukang sudah berdiri sejak zaman penjajahan hindia belanda sekitar tahun 1930-an yg mana pemimpin desa saat itu dikenal dengan nama bolos dikarenakan ketika menjabat beliau pergi meninggalkan desa dan mengundurkan diri sebelum masa jabatanya berakhir sehingga masyakat menyebutnya bolos atau keluar dengan sengaja dari jabatanya. Pada waktu itu pusat pemerintahan desa (kantor balaidesa)  yang digunakan sebagai tempat perkumpulan warga dan tempat mediasi untuk menyelesaikan perkara masi bertempat dirumah kepala desa yang menjabat hingga akhirnya sekitar tahun 1970-an pada era kepemimpinan pak gering mulai dibangun aula balaidesa.

CATATAN PEMIMPIN DESA DELEGTUKANG

NO NAMA PEMIMPIN PERIODE
1 Bolos 1930 – 1935
2 Rabun 1935 – 1961
3 Gering / Dasman 1961 – 1981
4 Zubaedi 1981 – 1991
5 Dulbari 1991 – 2007
6 Suhadi 2007 – 2013
7 Endang Mulyo 2013 – 2019
8 Muh. Hufron Faza 2019 – 2027

Bagikan Artikel:

Diskusi & Komentar

Comments

Ekonomi Lokal

UMKM Delegtukang

Produk lokal berkualitas dari desa kita.

Madu Hutan
Rp 1.000/pcs

Lontong

Dusun 1
4.9
Hubungi
Batik
Rp 5.000/pack

Tahu Kedelai

Dusun 1 & 2
4.8
Hubungi
Beras
Rp 5.000/pack

Rengginang Ketan

Dusun 1
5.0
Hubungi
Keripik
Rp 10.000/bks

Susu Sapi Murni

Dusun 1
4.9
Hubungi